Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo melaksanakan kunjungan studi tiru ke Poltekkes Kemenkes Banten selama dua hari, pada 23–24 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung dan mempelajari praktik baik (best practice) dalam pengelolaan Unit Pengembangan Kompetensi (UPK) SDM Kesehatan Banten serta pengembangan Unit Bisnis Poltekkes Kemenkes Banten.

Kegiatan studi tiru ini secara resmi dibuka dengan sambutan Direktur Poltekkes Kemenkes Banten, Dr. Dahrizal, Skp., MPH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Poltekkes Kemenkes Gorontalo yang menjadikan Poltekkes Kemenkes Banten sebagai rujukan dalam pengembangan unit strategis, khususnya pada bidang peningkatan kompetensi SDM kesehatan dan pengelolaan unit bisnis yang berkelanjutan. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan kesehatan dalam menghadapi tantangan transformasi sistem kesehatan nasional.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Banten, Bapak Djarot Darsono Wahyu Hartanto, S.Pd., M.Epid, yang membahas secara komprehensif terkait pengelolaan dan pengembangan Unit Bisnis Poltekkes Kemenkes Banten. Dalam paparannya, disampaikan strategi penguatan unit bisnis sebagai salah satu pilar pendukung kemandirian institusi, inovasi layanan, serta peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan.
Pada sesi berikutnya, Kepala UPK SDM Kesehatan Banten, Ibu Hadist Lisstentiya Armal, S.Si., M.Biomed, memaparkan secara mendalam mengenai penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan kompetensi SDM kesehatan yang telah dilaksanakan oleh UPK SDM Kesehatan Banten. Pemaparan ini menyoroti berbagai capaian luar biasa yang berhasil diraih, antara lain prestasi Lentera Emas, jumlah pelatihan kerja sama terbanyak, penyelenggaraan pelatihan gratis terbanyak, serta hasil evaluasi kepuasan peserta yang mencapai angka sangat tinggi, yaitu 97%.
Selain capaian kinerja, UPK SDM Kesehatan Banten juga mendapatkan perhatian khusus dari tim studi tiru terkait ketersediaan sarana dan prasarana yang sangat luar biasa, megah, dan modern, serta sangat mendukung proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi SDM kesehatan. Fasilitas pelatihan yang representatif ini menjadi salah satu faktor utama keberhasilan UPK dalam menciptakan proses pelatihan yang berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan studi tiru berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta peninjauan langsung fasilitas dan pelaksanaan kegiatan di UPK SDM Kesehatan Banten dan Unit Bisnis Poltekkes Kemenkes Banten. Diharapkan, melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Gorontalo dapat mengadopsi dan mengembangkan praktik-praktik unggulan yang telah diterapkan di Poltekkes Kemenkes Banten.
Kunjungan studi tiru ini menjadi bukti nyata komitmen Poltekkes Kemenkes Banten dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta memperkuat jejaring antar institusi pendidikan kesehatan guna mendukung peningkatan kualitas SDM kesehatan Indonesia secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan studi tiru ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat antara Poltekkes Kemenkes Gorontalo dan Poltekkes Kemenkes Banten dalam upaya pengembangan institusi, khususnya pada bidang peningkatan kompetensi SDM kesehatan dan pengelolaan unit bisnis yang profesional dan berkelanjutan. Pertukaran pengalaman, pengetahuan, serta praktik baik yang dilakukan selama kegiatan ini menjadi modal penting dalam mendorong inovasi dan peningkatan mutu layanan pendidikan serta pelatihan kesehatan.
Poltekkes Kemenkes Banten, melalui UPK SDM Kesehatan Banten, terus berkomitmen untuk menjadi pusat unggulan pelatihan dan peningkatan kompetensi SDM kesehatan, didukung oleh capaian prestasi yang membanggakan, tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi, serta sarana dan prasarana yang representatif dan modern. Ke depan, Poltekkes Kemenkes Banten siap untuk terus berkontribusi secara aktif dalam mendukung program pengembangan SDM kesehatan nasional melalui kolaborasi lintas institusi dan peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bersama, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Poltekkes Kemenkes sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM kesehatan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi, demi terwujudnya sistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat dan berkualitas.

