UPK Poltekkes Kemenkes Mataram Laksanakan Studi Tiru ke UPK Poltekkes Kemenkes Banten

Kegiatan studi tiru antara Poltekkes Kemenkes Mataram dan Poltekkes Kemenkes Banten dilaksanakan pada 27 Januari 2026 di Ruang Rapat Direktur Poltekkes Kemenkes Banten, Kota Serang. Kunjungan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua institusi, mulai dari direktur, wakil direktur, hingga pengelola Unit Pelatihan Kesehatan Sumber Daya Manusia Kesehatan (UPK SDMK). Agenda utama kegiatan adalah berbagi pengalaman, strategi pengelolaan, serta mekanisme operasional UPK sebagai unit pengembangan pelatihan kesehatan.

Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Banten menyampaikan bahwa UPK SDMK Banten telah menghadapi berbagai tantangan sejak berdiri, namun berhasil menunjukkan perkembangan signifikan. Unit ini bahkan telah masuk nominasi penghargaan Lentera Emas dan menerima kunjungan dari pimpinan Kementerian Kesehatan, termasuk Wakil Menteri Kesehatan dan Direktorat Jenderal SDM Kesehatan. Selain itu, UPK Banten telah menyusun berbagai program pelatihan dengan rentang biaya yang disesuaikan dengan standar dan kebutuhan kegiatan.

Sementara itu, pihak Poltekkes Kemenkes Mataram menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung tata kelola UPK SDMK Banten, termasuk sistem penganggaran, mekanisme kerja sama, dan pola pelaksanaan pelatihan. Mereka berharap hasil studi tiru dapat menjadi referensi dalam mengembangkan unit pelatihan di institusi mereka, terutama dalam menghadapi perubahan struktur kelembagaan pelatihan kesehatan.

Dalam paparan profilnya, Kepala Unit UPK SDMK Banten menjelaskan bahwa unit tersebut berdiri sejak tahun 2024 dan telah terakreditasi B. UPK mengusung budaya kerja SMART (Senyum, Melayani, Amanah, Rapi, dan Tuntas) dengan visi menjadi penyelenggara pelatihan kesehatan unggul dan profesional pada tahun 2028. Fasilitas yang dimiliki meliputi aula, ruang diskusi, ruang rapat, hingga ruang transit pelatih, serta telah menyelenggarakan puluhan kegiatan pelatihan mandiri dan kerja sama sepanjang tahun 2025.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan pembahasan mengenai pola tarif pelatihan, skema kerja sama, mekanisme pembayaran narasumber, hingga pengelolaan jadwal kegiatan. UPK SDMK Banten juga menjelaskan strategi promosi, pengelolaan panitia, serta sistem koordinasi dengan jurusan, mahasiswa, dan mitra eksternal. Melalui kegiatan studi tiru ini, kedua institusi berharap dapat memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan kesehatan secara berkelanjutan.

Sebagai penutup, kegiatan studi tiru ini berlangsung hangat, penuh semangat berbagi, dan diakhiri dengan suasana kekeluargaan. Kedua institusi sepakat bahwa kolaborasi dan saling belajar menjadi kunci untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pelatihan kesehatan di masa depan. Harapannya, hasil pertemuan ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga berlanjut dalam kerja sama nyata yang bermanfaat bagi pengembangan SDM kesehatan. Pertemuan pun ditutup dengan foto bersama, jabat tangan, dan tentu saja senyuman optimis dari seluruh peserta sebagai tanda komitmen untuk terus maju bersama 🙂.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *